PENSIL DITANGAN TUHAN
Seorang hamba Tuhan, Bunda Teresa dari Calcutta pernah berkata. "saya ini adalah pensil di tangan Tuhan yang sedang menulis, yang mengirim sebuah surat cinta kepada dunia." pernyataan ini didasarkan akan pengenalannya terhadap panggilan Tuhan didalam dirinya untuk menjadi alat bagi kemuliaan Tuhan.
Jika kita mencoba memahami sebuah pensil, maka ada empat hal penting yang akan kita temukan, antara lain:
- sebuah pensil akan menjadi sesuatu yang luar biasa, apabila ia mau berada di tangan seseorang; berada di tangan seseorang yang tepat.
- Sebuah pensil akan menderita setiap kali diruncingkan. Namun itu perlu, tujuannya supaya ia menjadi sebuah pensil yang baik untuk digunakan.
- Bagian yang terpenting dari sebuah pensil ialah bagian yang ada didalam, bukan bagian luarnya
- pada permukaan mana pun juga, sebuah pensil harus selalu meninggalkan jejak dalam sebuah tulisan.
Berangkat dari empat hal diatas, demikian juga seharusnya dengan kehidupan kita, orang percaya. "Bagaikan sebuaah pensil ditangan Tuhan", Tuhan sedang memakai kita untuk menjadi alat dalam rencana-Nya.
Pertama, Allah telah membentuk kita dengan potensi yang luar biasa untuk mampu melakukan hal yang besar. Hanya saja jikalau kita membiarkan diri berada ditangan Tuhan. "Barangsiapa tinggal didalam Aku dan Aku didalam dia, ia berbuah banyak, sebab diluar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." (Yohanes 15:5).
Kedua, adakalanya kita akan mengalami proses-proses pengeratan dan peruncingan yang sangat menyakitkan. Itu membuat kita sangat menderita, tapi sadarilah apabila kita mau melewati proses itu maka kita akan menyadari bahwa Allah mengerjakan sesuatu yang terbaik bagi kehidupan kita. Proses tersebut akan membentuk karakter ilahi dalam kehidupan kita.
Ketiga, bagian yang terpenting dalam hidup ini adalah bagian yang ada didalam, yaitu hati. Tuhan mengetahui kedalaman hati kita. "bukan yang dilihat manusia yang dilihat Allah; manusia melihat apa yang di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati" (1 samuel 16:7).
Keempat,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar